Putri Koster: Kebiasaan Memilah Sampah Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga

Putri Koster: Kebiasaan Memilah Sampah Harus Dimulai dari Lingkungan Keluarga

Buleleng, Karangaseminfo.com – Penanganan sampah di Bali dinilai tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas dan sistem pengelolaan. Kesadaran masyarakat serta pendidikan karakter disebut menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan RISE Talks Singaraja di Buleleng.

Menurutnya, kebiasaan menjaga lingkungan harus dimulai dari hal sederhana di rumah tangga, terutama disiplin memilah sampah sesuai jenisnya.

“Sampah akan menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada partisipasi masyarakat secara kolektif, bukan hanya pada pemerintah.

Putri Koster menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali telah mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber melalui berbagai kebijakan, termasuk Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021.

Melalui pola tersebut, sampah organik dan anorganik dipisahkan sejak awal agar proses pengolahan menjadi lebih efektif dan tidak membebani lingkungan.

Ia juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman sampah plastik sekali pakai yang sulit terurai dan berpotensi mencemari alam Bali.

Selain persoalan lingkungan, Putri Koster menilai pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan masyarakat sejak dini.

Pendapat serupa disampaikan Kepala SMKN 1 Kubutambahan, I Gede Sukanaya, yang menilai pembentukan karakter disiplin harus dimulai dari keluarga dan sekolah.

Sementara akademisi Undiksha, Prof. I Made Yudana, mengingatkan pentingnya membangun kesadaran bersama sebelum kerusakan lingkungan semakin besar.

“Jangan sampai alam marah terlebih dahulu baru kita memulai. Jika kita bersatu dan kompak, maka penanganan sampah diyakini akan terwujud,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, diharapkan lahir generasi muda Bali yang tidak hanya unggul secara pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian kuat terhadap lingkungan dan budaya daerah. (pn)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama