Gianyar, Karangaseminfo.com - Prosesi Melasti Pura Kahyangan Jagat Samuantiga kembali digelar dengan khidmat pada Rabu (13/05/2026). Ribuan pamedek berjalan kaki menuju Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, sebagai bagian dari rangkaian upacara Padudusan Agung lan Ida Bhatara Turun Kabeh.
Suasana spiritual sudah terasa sejak dini hari di kawasan Pura Samuantiga, Desa Bedulu. Alunan gamelan Bali dan kidung suci mengiringi perjalanan para pengayah yang membawa pratima serta pralingga suci menggunakan jempana secara bergantian.
Perjalanan menuju Pantai Masceti menempuh jarak hampir 20 kilometer. Namun, semangat ngayah masyarakat tetap terjaga sepanjang perjalanan sebagai bentuk pengabdian dan rasa bhakti kepada leluhur.
Melasti kali ini diikuti Desa Adat Wanayu Mas, Desa Adat Taman, Desa Adat Bedulu, Desa Adat Tengkulak Kaja Kauh, Tengkulak Tengah, hingga Desa Adat Margasengkala dan Yangloni. Seluruh desa adat pangemong turut mengiringi prosesi sakral tersebut.
Setibanya di Pantai Masceti sekitar pukul 11.00 WITA, dilaksanakan upacara pengambilan tirta di tengah samudra. Ritual tersebut menjadi simbol penyucian serta permohonan kesejahteraan bagi alam dan kehidupan manusia.
Petajuh Saba Pura Samuantiga, I Wayan Sudarsana, menjelaskan tradisi Melasti memiliki makna mendalam bagi umat Hindu Bali.
“Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan tetap dijaga sebagai warisan spiritual leluhur,” ungkap Sudarsana.
Setelah prosesi di pantai selesai, seluruh tapakan Ida Bhatara melanjutkan perjalanan menuju pura dengan singgah lebih dulu di Alun-Alun Kota Gianyar untuk melaksanakan upacara lanjutan.
Di sisi lain, Polres Gianyar menerjunkan personel Sat Samapta guna mengamankan jalannya prosesi serta mengatur arus lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan kendaraan.
Kabag Ops Polres Gianyar Kompol I Nyoman Sukadana menegaskan pihak kepolisian berkomitmen menjaga keamanan seluruh rangkaian kegiatan adat dan keagamaan agar berjalan tertib dan lancar. (pn)
