Koster Dengarkan Aspirasi Pelaku Taksi, Bali Percepat Transformasi Transportasi Listrik


Koster Dengarkan Aspirasi Pelaku Taksi, Bali Percepat Transformasi Transportasi Listrik

Denpasar, Karangaseminfo.com – Upaya mewujudkan sistem transportasi yang modern dan ramah lingkungan terus diperkuat Pemerintah Provinsi Bali. Hal itu terlihat saat Gubernur Bali Wayan Koster menggelar rapat koordinasi bersama pelaku usaha transportasi dan koperasi taksi di Jayasabha, Denpasar, Kamis (14/5).

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas percepatan elektrifikasi kendaraan taksi, tetapi juga menjadi forum bagi para pelaku transportasi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Gubernur Koster menegaskan bahwa transportasi menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kualitas Bali sebagai destinasi pariwisata internasional. Karena itu, sistem transportasi di Bali harus mampu menghadirkan layanan yang tertib, nyaman, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

“Berkaitan dengan upaya kita menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata, salah satunya harus melalui pengelolaan transportasi yang baik. Saya juga ingin mendengar apa saja keluhannya agar kita bisa antisipasi bersama-sama,” katanya.

Ia menilai percepatan penggunaan kendaraan listrik merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas udara dan lingkungan Bali di tengah meningkatnya aktivitas transportasi.

Menurutnya, Pemprov Bali telah lebih dahulu menyiapkan regulasi penggunaan kendaraan listrik melalui Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 sebagai bagian dari arah pembangunan Bali berbasis energi bersih.

“Lingkungan yang bersih dan udara yang bersih adalah kebutuhan kita. Karena itu penggunaan kendaraan listrik harus terus didorong sebagai bagian dari menjaga alam Bali,” ujar Koster.

Dalam pemaparan Dinas Perhubungan Provinsi Bali disebutkan bahwa hingga akhir Maret 2026 jumlah kendaraan listrik di Bali mencapai lebih dari 14 ribu unit. Pemerintah juga tengah menyiapkan roadmap elektrifikasi transportasi, termasuk program peremajaan armada taksi listrik.

Pada skema optimistis, Bali menargetkan penambahan lebih dari 3.000 unit kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang dengan dukungan investasi mencapai Rp1,262 triliun.

Ketua DPD Organda Bali I Nyoman Arthaya dalam kesempatan tersebut menyatakan dukungan terhadap kebijakan transportasi rendah emisi yang dijalankan pemerintah daerah. Namun ia juga meminta adanya tindakan tegas terhadap angkutan ilegal yang dinilai mengganggu sistem transportasi resmi.

Sementara Ketua Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali I Kadek Ari Sucipta menjelaskan bahwa proses elektrifikasi armada taksi di kawasan bandara telah mulai berjalan secara bertahap sejak agenda G20.

Ia menyebut target konversi kendaraan listrik tahun ini mencapai sekitar 25 persen armada. Namun pihaknya berharap ada dukungan pembiayaan serta kemudahan akses kendaraan listrik bagi koperasi dan para pengemudi.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, koperasi, dan sektor usaha menjadi kunci penting dalam mempercepat transformasi transportasi hijau di Bali. (*pn)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama