Badung, Karangaseminfo.com – Pecalang Desa Adat Jimbaran bersama aparat desa melakukan penjagaan hingga subuh untuk mengantisipasi maraknya aksi pembuangan sampah liar di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Hasilnya, sekitar 20 orang kedapatan membuang sampah sembarangan dalam kurun tiga hari pengawasan.
Sekretaris Pecalang Desa Adat Jimbaran, I Wayan Bira, mengatakan penumpukan sampah bermula dari dua kantong sampah miliknya yang sengaja ditaruh di depan rumah sambil menunggu diangkut petugas.
Namun, kondisi itu diduga memancing orang lain ikut membuang sampah di lokasi yang sama hingga jumlahnya terus bertambah.
“Pas saya tinggal waktu itu keluar, dua hari saya keluar sama istri, jalan-jalan gitu pas pulangnya itu ternyata sudah numpuk,” katanya, Kamis (07/05/2026).
Merespons kondisi tersebut, pecalang bersama unsur desa, lurah, bendesa adat, dan prajuru melakukan patroli serta penjagaan sejak malam hingga menjelang pagi.
“Kami coba berjaga supaya bisa menangkap siapa pelaku yang sebenarnya,” ujar Bira.
Penjagaan difokuskan pada dua titik yang sering dijadikan lokasi pembuangan liar, termasuk kawasan Lotus di sekitar perbatasan Kedonganan-Jimbaran.
Dari hasil pengawasan, sebagian besar pelaku diketahui berasal dari luar Jimbaran. Beberapa di antaranya sempat kabur setelah membuang sampah dari sepeda motor.
“Kalau total dari tanggal 4 itu hampir sekitar 20 orang yang ketahuan lewat,” jelasnya.
Menurut Bira, jam rawan pembuangan sampah liar biasanya terjadi pada pukul 03.00 hingga 05.00 Wita karena banyak warga melintas menuju pasar.
Pelanggar yang tertangkap diminta membawa kembali sampah mereka dan membuangnya ke lokasi resmi di kawasan Kuari Jimbaran. Saat ini, area bekas tumpukan sampah juga sudah dibersihkan dan dipasang spanduk larangan. (pn)
