Denpasar, Karangaseminfo.com – Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi peningkatan kasus penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau.
Penyakit yang paling sering terjadi pada periode ini di antaranya ISPA, diare, dan demam berdarah dengue (DBD).
Pelaksana tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti menjelaskan bahwa kondisi udara panas dan kering dapat memicu gangguan kesehatan tertentu.
“Udara yang sangat kering dan panas memicu munculnya sejumlah penyakit seperti ISPA, diare, dan DBD,” jelasnya.
Menurutnya, udara kering yang bercampur debu berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, risiko diare dapat meningkat apabila masyarakat mengonsumsi makanan atau minuman yang kurang terjaga kebersihannya di tengah cuaca panas.
Raka Susanti juga mengingatkan bahwa DBD tidak hanya muncul saat musim hujan, tetapi tetap berpotensi terjadi pada musim kemarau.
Kondisi tersebut berkaitan dengan kebiasaan masyarakat menampung air akibat berkurangnya curah hujan.
Jika tempat penampungan air tidak ditutup rapat, maka berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Penampungan air yang terbuka sangat berisiko menjadi sarang nyamuk. Ini yang harus diantisipasi masyarakat,” katanya.
Untuk itu, masyarakat diminta lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan tempat penampungan air tertutup dengan baik.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat, banyak minum air putih, serta menggunakan masker saat berada di luar ruangan guna mengurangi risiko penyakit. (pn)
