Badung, Karangaseminfo.com - HUT ke-22 Baladika Bali menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali arah perjuangan organisasi di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Digelar di Sading, Mengwi, peringatan ini tidak hanya diisi seremoni, tetapi juga aksi sosial dan refleksi organisasi.
Ketua panitia, Komang Merta Jiwa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan nilai perjuangan organisasi.
“Perayaan ini bukan sekadar seremoni,” ujarnya di hadapan para anggota dan undangan.
Ia menilai organisasi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai adat dan budaya Bali agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Semangat itu diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, seperti bantuan sosial untuk penyandang disabilitas, program pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga kegiatan donor darah berskala besar.
Ketua Umum DPD Baladika Bali, I Bagus Alit Sucipta, menegaskan bahwa usia organisasi yang semakin matang harus dibarengi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pandangan serupa disampaikan AA Ketut Suma Widana yang mengajak seluruh anggota menjawab stigma negatif melalui aksi sosial yang konsisten. “Jawab stigma dengan aksi,” katanya.
Sorotan utama datang dari Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan harus mampu menjadi penjaga stabilitas dan kedamaian sosial di Bali.
“Yang dikenang masyarakat bukan apa yang kita ucapkan, tetapi apa yang kita lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, kekompakan menjadi fondasi utama organisasi. Tanpa persatuan, perjuangan akan mudah melemah.
Ia juga mendorong pembinaan kader yang memiliki integritas dan loyalitas agar mampu berkontribusi di berbagai level.
Melalui peringatan ini, Baladika Bali menunjukkan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada jumlah anggota, tetapi pada nilai, soliditas, dan manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat. (pn)
