Sistem Transportasi IBTK 2026 Dibuat Lebih Tertib, Shuttle Listrik dan Parkir Terpusat Disiapkan

Sistem Transportasi IBTK 2026 Dibuat Lebih Tertib, Shuttle Listrik dan Parkir Terpusat Disiapkan

Karangasem, Karangaseminfo.com – Sistem transportasi selama pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di kawasan Pura Agung Besakih disiapkan dengan pengelolaan yang lebih terstruktur dan modern.

Pemerintah Provinsi Bali merancang skema transportasi terpadu untuk mengurangi kepadatan kendaraan serta mempermudah mobilitas para pemedek yang akan bersembahyang.

Dalam rapat persiapan akhir di Gedung Wyata Graha Besakih, Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa penataan transportasi menjadi elemen penting dalam keberhasilan pelaksanaan karya.

Menurutnya, upaya pengaturan arus kendaraan setidaknya mampu menurunkan tingkat kepadatan secara signifikan.

“Tidak harus 100 persen. Kalau bisa mengurangi kepadatan 60–70 persen, itu sudah sangat baik,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah melakukan koordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bali guna mengatur pola kedatangan pemedek agar tidak terjadi penumpukan dalam waktu bersamaan.

Sistem lalu lintas di kawasan Besakih akan menggunakan pola satu jalur masuk dan satu jalur keluar, sehingga arus kendaraan dapat dikendalikan lebih baik.

Pemerintah juga menyiapkan area parkir terpusat yang mampu menampung sekitar 2.267 kendaraan, sementara kendaraan bus diarahkan ke area parkir Kedungdung di luar kawasan utama.

Di sisi lain, area parkir di dalam kawasan pura akan dibatasi untuk kendaraan tertentu guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Untuk memudahkan akses dari area parkir menuju kawasan utama pura, disediakan layanan shuttle kendaraan listrik yang akan melayani rute dari Manik Mas menuju Bencingah.

Sebanyak 10 unit shuttle akan beroperasi sepanjang hari dengan sistem layanan gratis bagi para pemedek.

Selain itu, layanan prioritas juga diberikan kepada sulinggih, lansia, serta kelompok rentan agar mereka dapat mencapai lokasi persembahyangan dengan lebih mudah.

“Semua layanan ini gratis. Kita ingin masyarakat nyaman tanpa terbebani,” kata Koster.

Untuk memperkuat mobilitas lokal, sebanyak 300 ojek resmi juga dilibatkan dengan sistem pengelolaan yang lebih tertib.

Para pengemudi akan mengenakan atribut khusus, beroperasi di titik yang telah ditentukan, serta menerapkan tarif resmi sebesar Rp10.000.

Dengan pengelolaan transportasi yang lebih tertata, pemanfaatan teknologi digital, serta dukungan berbagai pihak, pelaksanaan IBTK 2026 diharapkan berjalan lebih lancar dan tertib.

“Transportasi ini kuncinya. Kalau ini tertib, semua akan lancar,” ujar Koster menegaskan. (*pn)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama