Karangasem, Karangaseminfo.com – Pemerintah pusat mengungkapkan bahwa kekurangan tenaga guru masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyebut kebutuhan guru secara nasional masih mencapai sekitar 498 ribu orang.
Kabupaten Karangasem termasuk salah satu daerah yang terdampak, dengan estimasi kekurangan tenaga pendidik mencapai sekitar 1.000 guru.
Dalam kunjungannya ke Karangasem, Fajar menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah ketidakseimbangan distribusi guru antar sekolah.
"Kekurangan guru terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Karangasem saja. Salah satu faktornya karena terjadinya penumpukan guru di beberapa sekolah," jelasnya.
Menurutnya, ada sekolah yang memiliki jumlah guru relatif banyak, sementara sekolah lainnya masih kekurangan tenaga pengajar.
Sebagai langkah awal, pemerintah akan mendorong kebijakan redistribusi guru agar tenaga pendidik dapat tersebar lebih merata.
Namun kebijakan tersebut hanya bisa diterapkan dalam lingkup kabupaten atau kota, sementara redistribusi antarprovinsi membutuhkan mekanisme yang lebih panjang.
Pemerintah juga tengah mempercepat proses pengangkatan guru melalui jalur CPNS maupun PPPK, baik dalam skema penuh waktu maupun paruh waktu.
"Kami sudah intens berkoordinasi dengan Kemenpan RB terkait pengangkatan tenaga guru agar terus ditambah, supaya kekurangan guru bisa teratasi," ujar Fajar.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Bagus Budiadnyana mengakui bahwa kebutuhan tenaga guru di wilayahnya masih cukup besar.
Ia menilai rencana redistribusi guru dapat menjadi solusi sementara untuk memperbaiki pemerataan tenaga pendidik di daerah tersebut.
"Dengan adanya kebijakan ini, pemerataan tenaga pendidik khususnya di Karangasem dapat segera terwujud," katanya. (pn)
