Bus dan Truk Nekat Lewat Gang, Warga Gilimanuk Turun Tangan Tutup Akses

Bus dan Truk Nekat Lewat Gang, Warga Gilimanuk Turun Tangan Tutup Akses

Jembrana, Karangaseminfo.com – Warga Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, melakukan aksi penutupan akses gang setelah sejumlah bus dan truk besar nekat melintas di jalur permukiman untuk menghindari kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Aksi protes tersebut muncul karena warga menilai penggunaan gang sempit oleh kendaraan bertonase besar sangat membahayakan keselamatan lingkungan sekitar.

Keluhan masyarakat itu disampaikan kepada Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikuauma, yang kemudian menindaklanjuti laporan tersebut.

Menurut Tony, gang tersebut sebenarnya hanya layak digunakan oleh kendaraan kecil. Namun beberapa hari terakhir, sejumlah kendaraan besar justru memanfaatkannya sebagai jalur alternatif.

“Kemarin itu kami diinformasikan oleh warga adanya truk dan bus yang melintas di gang kecil di tengah pemukiman. Kalau dilewati truk dan bus jelas berbahaya dan merusak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penggunaan gang tersebut bukan kebijakan resmi dari pihak pelabuhan maupun kepolisian.

Para sopir bus dan truk diduga mengambil jalur tersebut secara mandiri untuk menghindari antrean panjang kendaraan di jalan utama Denpasar–Gilimanuk menuju pelabuhan.

Akibat kondisi itu, sejumlah dampak mulai dirasakan oleh warga, mulai dari kerusakan jalan lingkungan hingga gangguan terhadap fasilitas umum.

“Dampaknya mulai dari kerusakan badan jalan hingga terganggunya fasilitas umum seperti kabel listrik dan kabel provider,” jelas Tony.

Karena khawatir kerusakan semakin parah, warga akhirnya memblokade akses gang agar kendaraan besar tidak lagi melintas di kawasan permukiman.

Pemerintah kelurahan pun segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna menertibkan kendaraan yang menggunakan jalur tidak semestinya.

“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menertibkan kendaraan besar yang melintas sembarangan,” tegas Tony.

Ia juga menyebut antrean kendaraan menuju pelabuhan sempat memanjang hingga kawasan gereja di Gilimanuk.

“Antrean pagi tadi itu sampai gereja. Kemungkinan karena penerapan TBB di Ketapang jadi berdampak di sini,” tambahnya. (*pn)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama