Badung, Karangaseminfo.com – Sebuah video yang memperlihatkan keributan empat pemuda di area parkir minimarket Circle K Dalung Permai, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga melibatkan remaja yang terlibat duel tiga orang melawan satu pemuda.
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina membenarkan kejadian itu. Insiden terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 Wita di Jalan Perumahan Dalung Permai.
"Kejadiannya itu hari Minggu dini hari sekitar pukul 02.30 Wita di Jalan Perumahan Dalung Permai. Memang benar ada keributan yang melibatkan empat orang pemuda di sana," ujar Agus Pasek.
Dari rekaman kamera pengawas, terlihat tiga pemuda awalnya duduk di depan toko, sementara seorang lainnya berada di dekat parkiran motor. Percakapan di antara mereka kemudian memanas hingga berujung pada aksi saling pukul.
Agus Pasek menjelaskan, situasi sempat berubah menjadi perkelahian tidak seimbang dengan tiga orang mengeroyok satu pemuda. Namun keributan itu segera dihentikan setelah warga di sekitar lokasi turun tangan.
"Kalau dilihat dari rekaman CCTV, mereka sempat adu mulut dulu sebelum akhirnya terjadi perkelahian tiga lawan satu itu. Beruntung ada warga di sekitar lokasi yang langsung melerai mereka sehingga tidak berkepanjangan," ungkapnya.
Polisi hingga kini masih belum mengetahui identitas para pemuda tersebut. Setelah dilerai warga, mereka langsung meninggalkan lokasi sehingga saksi di sekitar tempat kejadian tidak sempat mengenali para pelaku.
"Identitas keempat pemuda itu memang belum diketahui karena setelah dilerai warga, mereka bubar. Saksi di lokasi juga nggak ada yang kenal siapa saja mereka," jelas Agus.
Kepolisian menyatakan telah melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus mencegah kemungkinan munculnya aksi balasan.
Lexy (28), pegawai minimarket di lokasi kejadian, mengaku sempat melihat keributan dari dalam toko saat sedang melayani pembeli.
"Lagi melayani pelanggan di dalam, terus lihat ada ribut-ribut di luar jadi langsung telepon sekutiri biar cepat ditangani. Tapi pas warga datang melerai, mereka semua langsung bubar," katanya.
Sementara Arif (21), pedagang nasi Padang yang berjualan di sekitar lokasi, mengaku hanya menyaksikan perkelahian singkat tersebut tanpa mengetahui penyebabnya.
"Waktu itu saya lagi di dekat situ dan lihat ada empat orang yang berantem, cuma masalahnya apa saya kurang tahu pasti. Setelah dipisahkan sama warga, mereka semua langsung bubar begitu saja," ujar Arif. (pn)
