Usai Pembatasan TPA Suwung, Tong Komposter Laris Manis di Pasaran

Usai Pembatasan TPA Suwung, Tong Komposter Laris Manis di Pasaran



Badung, Karangaseminfo.com – Pembatasan pembuangan sampah organik ke TPA Suwung sejak awal April 2026 mulai memunculkan perubahan kebiasaan masyarakat Bali dalam mengelola limbah rumah tangga. Salah satu yang kini banyak diminati adalah penggunaan tong komposter sebagai alat pengurai sampah organik di rumah.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya permintaan komposter, khususnya dari warga perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan namun tetap ingin mengolah sampah secara mandiri.

Pemilik Toko Ragam Daur, Ni Kadek Sunetri, mengatakan komposter dengan kapasitas besar menjadi pilihan favorit masyarakat.

"Paling banyak dicari yang ukuran 150 liter sama 200 liter. Kalau yang 60 liter masih 50 persen lah di bawah itu minatnya," katanya.

Kesadaran warga untuk mengolah sampah rumah tangga seperti sisa makanan, dedaunan, hingga sisa bahan upacara membuat permintaan alat pengurai ini meningkat signifikan.

Bahkan, produsen kini kewalahan karena banyaknya pesanan yang masuk dalam waktu singkat.

"Kondisi saat ini kami malah tidak bisa melayani semua karena sistemnya harus inden atau pesan dulu. Kami saja pesanan yang sekarang itu antreannya sampai tanggal 28 April baru bisa dapat barangnya, kira-kira 80-an lebih," ungkap Sunetri.

Di tokonya tersedia berbagai pilihan ukuran komposter, mulai dari 25 liter hingga 200 liter, dengan harga yang bervariasi sesuai kapasitas.

"Harganya kalau yang ukuran 150 liter itu sekitar Rp 1.050.000, sedangkan yang 200 liter harganya Rp 1.150.000," jelasnya.

Sunetri mengaku sebenarnya telah lama memproduksi tempat sampah, namun produksi komposter baru digencarkan sejak pertengahan 2025.

Saat ini, bengkel miliknya mampu memproduksi sekitar 25 unit komposter per hari dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

Ia melihat tingginya antusiasme masyarakat sebagai momentum penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

"Harapannya pemerintah ikut turun tanganlah karena masyarakat sekarang ini kasihan juga sampai kebingungan soal sampah," ujarnya. (pn)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama